SURABAYA, ONENEWSKALSEL – Hubungan antara dunia perbankan daerah dan insan pers dinilai memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam Media Gathering Bank Kalsel 2026 yang digelar di Surabaya, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan Bank Kalsel dengan sejumlah jurnalis sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara perusahaan dengan media.
Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tata kelola pemerintahan yang baik serta penyampaian informasi yang berkualitas kepada masyarakat.
Menurut dia, perkembangan daerah yang semakin dinamis harus diimbangi dengan kemampuan seluruh pihak dalam menyampaikan informasi secara tepat. Terlebih, aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat terus berkembang sehingga kebutuhan terhadap pelayanan publik yang cepat dan tepat juga semakin besar.
“Momentum yang kita laksanakan saat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyusun langkah-langkah pembenahan dan perbaikan ke depan,” ujar Iwan dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai media memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu saluran utama masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai berbagai perkembangan, kebijakan, maupun persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.
Karena itu, kualitas informasi menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan dari profesionalisme pers. Akurasi, verifikasi, kredibilitas, dan etika jurnalistik perlu terus dijaga agar informasi yang disampaikan kepada publik tidak hanya cepat, tetapi juga memiliki dasar yang kuat.
Dalam konteks demokrasi, media juga memiliki fungsi yang lebih luas. Pers dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi publik untuk memperoleh informasi secara berimbang.
“Teknologi boleh terus berkembang, tetapi kepercayaan harus tetap menjadi fondasi. Kita harus mengutamakan kualitas informasi, bukan sekadar kecepatan dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi relevan di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat. Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi berlangsung hampir tanpa batas, tetapi pada saat yang sama meningkatkan tantangan dalam memastikan setiap informasi telah melalui proses pemeriksaan dan verifikasi.
Bank Kalsel berharap kegiatan media gathering tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas para peserta, khususnya terkait proses produksi serta penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Sinergi yang terbangun antara Bank Kalsel dan insan media diharapkan dapat terus berkembang sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Bagi Bank Kalsel, media bukan hanya saluran publikasi, melainkan mitra strategis dalam membangun komunikasi publik yang sehat. Sementara bagi masyarakat, keberadaan media yang profesional menjadi salah satu fondasi penting untuk mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipercaya.
Dengan kolaborasi yang semakin kuat, ruang komunikasi antara lembaga, media, dan masyarakat diharapkan menjadi semakin terbuka. Pada akhirnya, kualitas informasi publik tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat sebuah berita disampaikan, tetapi juga oleh seberapa kuat informasi tersebut dibangun melalui proses jurnalistik yang bertanggung jawab.
Red/Onenewskalsel













