Wednesday, 21 October 2026
BREAKING
Bank Kalsel

Digitalisasi Retribusi Pasar di HST Diperkuat, Bank Kalsel Salurkan 10 Smart EDC

onenewskalsel

BARABAI, ONENEWSKALSEL – Upaya Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mempercepat digitalisasi pengelolaan retribusi pasar mendapat dukungan dari Bank Kalsel. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyerahan 10 unit Smart Electronic Data Capture (EDC) untuk menunjang transaksi dan pencatatan retribusi secara elektronik.

Bantuan perangkat tersebut diserahkan bersamaan dengan peluncuran Gerakan Layanan Online Retribusi (GELORA) yang digagas Dinas Perdagangan HST, Senin (7/9/2026).

Smart EDC nantinya digunakan pada empat Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar di bawah Dinas Perdagangan HST. Kehadiran perangkat ini diharapkan dapat mengubah pola pengelolaan retribusi yang sebelumnya mengandalkan pencatatan manual menjadi sistem yang lebih cepat dan terdokumentasi secara digital.

Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, penerapan GELORA merupakan bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pelayanan publik, khususnya pada pengelolaan transaksi dan penerimaan daerah.

Menurut dia, digitalisasi membuat proses transaksi di lapangan dapat direkam secara elektronik sehingga pengelolaan retribusi menjadi lebih transparan dan akuntabel.

Kepala Dinas Perdagangan HST Irfan Sunarko menambahkan, 10 unit Smart EDC tersebut akan digunakan untuk mendukung pemungutan retribusi pada sejumlah pasar yang berada di bawah pengelolaan dinasnya.

Selain memudahkan proses pembayaran, pemanfaatan perangkat elektronik tersebut diharapkan dapat memperbaiki sistem pencatatan penerimaan. Dengan data transaksi yang tercatat secara digital, pemerintah daerah juga memiliki basis data yang lebih baik untuk memantau realisasi retribusi.

Irfan berharap penerapan sistem tersebut dapat membantu pemerintah mencapai target retribusi daerah sekaligus meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaannya.

Di sisi lain, Kepala Bank Kalsel Barabai Widhas Raditya menegaskan dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Kalsel sebagai bank milik daerah untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

Baca Juga  Kejar Target Modal Inti Rp6 Triliun dari OJK, Bank Kalsel Buka Opsi IPO dan Kemitraan Strategis

Menurut Widhas, digitalisasi transaksi keuangan daerah menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, Bank Kalsel terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mempercepat penerapan transaksi non-tunai.

Smart EDC merupakan perangkat transaksi elektronik bergerak yang dapat digunakan untuk memproses pembayaran sekaligus merekam data transaksi. Perangkat tersebut dapat mendukung berbagai metode pembayaran non-tunai, termasuk QRIS dan kartu sesuai dengan layanan yang tersedia.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ganda. Bagi pemerintah daerah, sistem digital membantu meningkatkan transparansi dan akurasi pencatatan penerimaan. Sementara bagi masyarakat, proses pembayaran retribusi diharapkan menjadi lebih praktis.

Bank Kalsel berharap dukungan tersebut tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan pendapatan daerah.

Dengan peluncuran GELORA dan penggunaan Smart EDC di empat UPTD Pasar, Pemkab HST kini memiliki instrumen tambahan untuk membangun sistem retribusi yang lebih modern. Digitalisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola penerimaan daerah agar semakin tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Red/Onenewskalsel