Kebakaran yang terjadi di Kedai Bakso Tunggal Rasa (Bakso Engot) Jaln Kampung Melayu Banjarmasin (Fauzie)
BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Di sebuah sudut Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin Tengah, Jumat (21/11/2025) siang yang seharusnya menjadi hari biasa bagi Suparman berubah menjadi peristiwa yang tak pernah ia bayangkan. Kedai bakso sederhana miliknya yang selama ini menjadi sumber nafkah bagi keluarga,tiba-tiba dilalap api.
Suparman, yang setiap hari menghabiskan waktunya melayani pelanggan dengan senyuman, tak menyangka kompor yang ia gunakan untuk memanaskan kuah bakso justru menjadi awal dari musibah ini. Kompor itu disebutnya tak sengaja roboh saat ia pergi sebentar untuk mandi, dan ketika kembali, kobaran api sudah menyambar dinding kayu warungnya.
Dalam rekaman amatir warga terlihat warga berusaha mendobrak pintu demi memastikan tidak ada orang yang terjebak. Asap pekat membubung, sementara para petugas pemadam berusaha memadamkan sisa-sisa api yang telah melahap isi warung. Di antara puing hangus itu, tampak gerobak tempat kompor biasa ia gunakan—kini hanya tinggal rangka besi hitam.
Suparman tampak berusaha tegar saat menceritakan kejadian itu. Namun suaranya tak bisa menyembunyikan kesedihan yang ia rasakan. Bukan hanya tentang bangunan yang terbakar, tetapi juga tentang jerih payah bertahun-tahun yang hilang dalam hitungan menit.

“Kompor itu biasa saya pakai tiap hari,pas saya balik, api sudah besar,” ujarnya lirih, mencoba menahan rasa syok.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, tetapi kerugian yang dialami Suparman diperkirakan mencapai belasan juta rupiah,jumlah besar bagi seorang pedagang bakso yang menggantungkan hidup dari mangkuk demi mangkuk yang ia jual setiap hari.
Kini, yang tersisa hanyalah sisa arang dan harapan. Suparman masih belum tahu bagaimana akan memulai kembali usahanya. Namun ia tetap percaya musibah ini akan membukakan jalan lain yang lebih baik.
Di tengah kesibukan kota, kisah Suparman menjadi pengingat bahwa di balik setiap warung, setiap gerobak, ada seseorang yang memperjuangkan hidupnya. Dan ketika musibah datang, kehilangan itu bukan sekadar materi—tetapi juga bagian dari harapan dan mimpi yang ikut terbakar.
Editor: Redaksi OneNews Kalsel
Sumber: Ahmad Fauzie






