Bogor, Onenewskalsel — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat tindak lanjut monitoring dan evaluasi Rencana Aksi Daerah Pencegahan Ekstremisme (RAD-PE) 2025 bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Senin–Selasa, 1–2 Desember 2025.
Kegiatan yang difasilitasi oleh BNPT tersebut dihadiri Kepala Kesbangpol Kalsel, Herliansyah, serta 24 peserta dari unsur Forkopimda, OPD provinsi, Kesbangpol kabupaten/kota, Satgaswil Densus-88 AT, Kementerian Agama, akademisi, dan organisasi masyarakat.
Herliansyah mengatakan rapat ini merupakan bagian dari upaya memperkuat implementasi kebijakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di daerah.
“BNPT melalui Sekretariat Bersama RAN-PE memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan monitoring dan evaluasi RAD-PE di Kalsel,” ujarnya.
BNPT dalam paparannya menegaskan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah untuk mencegah radikalisme, mengingat terbatasnya personel di tingkat pusat. BNPT juga mengapresiasi kehadiran FKPT di beberapa daerah seperti Banjarbaru, Banjarmasin, dan Tanah Bumbu, serta mendorong percepatan pembentukan FKPT di seluruh kabupaten/kota.
Selain menilai capaian RAD-PE, rapat ini membahas strategi percepatan, koordinasi lintas lembaga, serta penguatan peran masyarakat dalam mencegah penyebaran paham ekstremisme, termasuk di lingkungan pendidikan dan ruang digital.
Editor: Redaksi OneNews Kalsel
Sumber: RA / MC KALSEL





