BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Kondisi ekonomi dan fiskal di Provinsi Kalimantan Selatan pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Realisasi belanja negara yang stabil serta surplus anggaran daerah dinilai menjadi penopang utama terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Selatan, Catur Ariyanto Widodo, menyampaikan bahwa hingga 31 Januari 2026, realisasi belanja negara di Kalsel mencapai sekitar Rp2,82 triliun atau 9,81 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp28,77 triliun.
Menurutnya, komponen Transfer ke Daerah (TKD) mendominasi struktur belanja dengan nilai sekitar Rp2,51 triliun atau 89,13 persen dari total realisasi. Sementara itu, Belanja Pemerintah Pusat (BPP) juga tumbuh positif sebesar 12,75 persen secara tahunan dengan realisasi mencapai Rp306,76 miliar.
“Belanja negara di awal tahun menjadi stimulus penting dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah, khususnya melalui belanja barang, belanja modal, dan bantuan sosial,” ujarnya.
Surplus APBD dan Inflasi Terkendali
Dari sisi fiskal daerah, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) se-Kalimantan Selatan tercatat surplus sekitar Rp1,21 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan ruang fiskal yang cukup kuat untuk mendukung program prioritas pembangunan dan pelayanan publik.
Selain itu, tingkat inflasi pada Januari 2026 tercatat sebesar 0,76 persen. Angka ini dinilai relatif terkendali dan turut menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi nasional dan global.
Modal Pertumbuhan Tetap Solid
Secara makro, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,46 persen (year on year). Capaian tersebut menjadi modal penting dalam memasuki tahun anggaran 2026.
Kinerja sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, serta industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Selain itu, neraca perdagangan Kalsel juga mencatat surplus yang memperkuat struktur ekonomi regional.
Catur menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Keuangan akan terus diperkuat guna memastikan belanja negara tersalurkan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Dengan kombinasi realisasi anggaran yang produktif, surplus fiskal daerah, dan indikator makro yang stabil, Kalimantan Selatan dinilai berada pada jalur yang positif untuk menjaga momentum pertumbuhan sepanjang 2026.
Editor: Redaksi OneNews Kalsel
Sumber: RAI-Onenewskalsel.com








