BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa Idulfitri 1447 Hijriah harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat ibadah sekaligus menjaga sikap bijak dalam menyikapi perbedaan di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. Ia menyebut, antusiasme masyarakat yang memadati masjid mencerminkan tingginya semangat keimanan dan kebersamaan umat Islam dalam merayakan hari kemenangan.
Menurutnya, Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi refleksi atas ibadah yang telah dijalani selama bulan Ramadan. Ia berharap nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Muhidin juga mengapresiasi pelaksanaan salat Idulfitri yang berlangsung khidmat, termasuk kualitas bacaan imam yang dinilai mampu menambah kekhusyukan jemaah.
Lebih lanjut, ia menyoroti adanya perbedaan dalam penetapan Hari Raya Idulfitri yang kerap terjadi. Menurutnya, hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak, serta tetap menjaga persatuan dan kerukunan.
“Silakan merayakan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Tidak perlu dipermasalahkan, karena perbedaan itu hal yang biasa,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk terus mempererat tali silaturahmi serta menjaga keharmonisan, terutama di momen Idulfitri yang penuh makna kebersamaan.
Redaksi Onenewskalsel






