Banjarmasin, Onenewskalsel.com — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya perlindungan bagi perempuan dan anak. Langkah ini dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Perlindungan Perempuan dan Anak yang digelar bersama Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Senin (27/10/2025).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala DPPPAKB Kalsel, Husnul Hatimah. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi perempuan untuk memperkuat sistem perlindungan.
“Perempuan dan anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan bangsa. Ketika perempuan mendapat perlindungan dan kesempatan yang setara, serta anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung, masa depan bangsa akan lebih cerah,” ujar Husnul.

Ia menyebutkan, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan serius di Kalimantan Selatan. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) periode Januari–September 2025, tercatat 515 kasus kekerasan dengan 544 korban, terdiri atas 202 perempuan dan 331 anak. Bentuk kekerasan yang dominan meliputi kekerasan psikis, seksual, dan fisik, dengan 73 kasus terjadi di lingkungan sekolah.
“Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak ini bagaikan fenomena gunung es. Mereka merupakan kelompok rentan yang berhak hidup dan tumbuh secara aman, bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun. Karena itu, pencegahan harus dilakukan secara masif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.
Husnul menegaskan, DPPPAKB Kalsel berkomitmen melaksanakan langkah-langkah holistik dan terintegrasi, mulai dari edukasi, penguatan regulasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyediaan layanan perlindungan yang menyeluruh.
“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua — orang tua, pendidik, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Mari bersama menciptakan perempuan yang berdaya dan keluarga yang sejahtera,” ajaknya.

Sementara itu, perwakilan BKOW Kalsel Bidang Hukum dan HAM, Yulia Qamariyanti, mengapresiasi kerja sama dengan DPPPAKB Kalsel dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih atas sinergi yang terjalin dengan DPPPAKB Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui sosialisasi ini, kami berharap seluruh organisasi wanita di Kalsel dapat berperan aktif menyebarluaskan pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak,” ujarnya.
Yulia menambahkan, peningkatan jumlah laporan kasus kekerasan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hak mereka untuk memperoleh perlindungan dan keadilan.
“Meningkatnya laporan kekerasan menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih sadar akan haknya dan berani melapor. Namun, setelah pelaporan, perlu ada layanan lanjutan agar korban dapat pulih dan kembali berdaya,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, DPPPAKB dan BKOW Kalsel berharap dapat memperkuat jejaring antarorganisasi perempuan, memperluas edukasi publik, serta memastikan setiap perempuan dan anak di Kalimantan Selatan mendapatkan hak untuk hidup aman, terlindungi, dan sejahtera.
(Onenewskalsel/Rilis)






