Martapura, Onenewskalsel – Haul Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul ke-21 yang digelar pada 5 Rajab 1447 Hijriah di kawasan Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan, dihadiri lebih dari 6 juta jemaah. Jumlah tersebut menjadikan haul ini sebagai salah satu perhelatan keagamaan dengan mobilisasi massa terbesar di Indonesia.
Angka kehadiran tersebut berdasarkan estimasi panitia pelaksana yang menghitung pergerakan dan kepadatan jemaah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Pantauan di lapangan menunjukkan ruas-ruas jalan menuju pusat kegiatan dipenuhi lautan jemaah yang didominasi busana putih. Sejumlah titik bahkan berubah menjadi hamparan saf, dengan jemaah duduk rapi di atas sajadah yang dibentangkan di badan jalan.
Kepadatan paling terasa di akses gang dan jalur sempit menuju kawasan inti haul. Di beberapa lokasi, panitia memasang penanda jalur khusus, seperti “Khusus Jemaah Pria/Laki-Laki”, sebagai bagian dari rekayasa arus untuk menjaga ketertiban pergerakan massa.

Dengan skala jutaan jemaah, haul ini tidak lagi sekadar agenda keagamaan daerah. Secara nasional, kegiatan ini berkaitan langsung dengan isu manajemen kerumunan, rekayasa lalu lintas dan transportasi, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan dan darurat.
Di sejumlah titik, petugas tampak berjaga dengan pembatas cone serta ruang yang disisihkan untuk menjaga kelancaran aliran massa. Jalan yang sehari-hari berfungsi sebagai jalur kendaraan, dalam momen ini bertransformasi menjadi koridor pejalan kaki sekaligus area ibadah.
Haul juga memperlihatkan bagaimana ruang publik dan aktivitas ekonomi warga beradaptasi. Jalan, gang, dan area komersial di sekitar lokasi menjadi bagian dari ekosistem layanan, mulai dari pengaturan jalur, titik istirahat, hingga pemenuhan kebutuhan dasar jemaah.
Pantauan wartawan juga mencatat tingginya kebutuhan logistik. Di sepanjang rute terlihat tumpukan air minum kemasan serta lapak-lapak kecil, menandakan partisipasi warga dan pelaku usaha mikro dalam mendukung arus jemaah yang terus bergerak.
Namun, kerumunan berskala jutaan juga membawa konsekuensi yang harus dikelola secara ketat. Mitigasi penumpukan massa di jalur sempit, potensi kelelahan dan dehidrasi, serta akses darurat menjadi perhatian utama, terutama pada jam-jam puncak.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan, pengamanan Haul 5 Rajab tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Kewilayahan dengan sandi Operasi Sekumpul Intan 2025.
“Personel Polri yang dilibatkan sebanyak 3.099 orang, TNI 600 orang, unsur pemerintah dan instansi terkait 1.500 orang, serta sekitar 42.000 relawan,” ujarnya di sela pengecekan pengamanan.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menambahkan, Polda Kalsel juga mendapat dukungan 300 personel Brimob Mabes Polri dan 350 personel dari Polda Kalimantan Tengah.
Selain itu, sebanyak 17 dapur umum disiagakan, lima di antaranya berada di pusat keramaian jemaah.
Haul Guru Sekumpul ke-21 kembali menegaskan bahwa kegiatan keagamaan mampu menjadi magnet mobilitas manusia dalam jumlah sangat besar, dengan dampak sosial dan ekonomi yang nyata.
Pada saat yang sama, peristiwa ini menuntut kesiapan negara dan daerah dalam memastikan keselamatan, ketertiban, serta layanan publik berjalan secara optimal.
Editor: Redaksi OneNews Kalsel
Sumber: Ahmad Fauzie






