AMUNTAI, ONENEWSKALSEL – Suasana berbeda terlihat di Pondok Pesantren Rasyidiah Khalidiyah, Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ratusan santri tampak antusias mengikuti kegiatan literasi dan inklusi keuangan yang digelar Bank Kalsel bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemahaman pengelolaan keuangan sejak usia dini, khususnya di lingkungan pesantren. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menabung, mengenal layanan perbankan, hingga cara mengelola uang secara bijak.
Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Supian HK, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Bank Kalsel. Menurutnya, edukasi keuangan di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri secara finansial.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Bank Kalsel yang terus aktif memberikan edukasi keuangan kepada generasi muda, termasuk para santri. Pemahaman keuangan sejak dini adalah bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan bagian dari komitmen perbankan daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Selatan.
Ia menjelaskan, melalui kegiatan ini para santri tidak hanya diperkenalkan pada konsep menabung, tetapi juga diajak memahami penggunaan layanan keuangan yang aman dan bermanfaat.
Sebagai bentuk nyata dari program inklusi keuangan tersebut, Bank Kalsel juga memfasilitasi pembukaan rekening tabungan bagi para santri. Penyerahan buku tabungan dilakukan secara simbolis sebagai tanda dimulainya kebiasaan menabung di kalangan pelajar pesantren.
Pihak pesantren menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Selain menambah wawasan santri di bidang keuangan, kegiatan ini juga dinilai mampu menumbuhkan kemandirian serta tanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi.
Dengan pendekatan yang edukatif dan interaktif, kegiatan ini membuktikan bahwa literasi keuangan dapat dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh generasi muda, termasuk di lingkungan pesantren.
Editor: Redaksi OneNews Kalsel
Sumber: RA/SA







