Banjarmasin, Onenewskalsel — Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Kalsel yang digelar pada Rabu (4/3/2026). Rapat tersebut menjadi momentum penting dalam mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus merumuskan strategi ke depan agar tetap kompetitif di tengah dinamika industri perbankan.
Dalam arahannya, Muhidin menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan layanan sebagai kunci utama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Ia meminta jajaran manajemen Bank Kalsel terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan nasabah yang semakin beragam.
“Bank Kalsel harus mampu menjaga kinerja yang sudah baik sekaligus meningkatkan daya saing melalui inovasi dan pelayanan prima,” ujarnya.
RUPS ini juga membahas sejumlah agenda strategis, termasuk laporan kinerja keuangan, pembagian dividen, serta rencana bisnis ke depan. Selain itu, forum tersebut menjadi ajang evaluasi terhadap pencapaian perusahaan selama satu tahun terakhir.
Manajemen Bank Kalsel melaporkan bahwa kinerja perusahaan secara umum menunjukkan tren positif. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan aset, peningkatan laba, serta ekspansi layanan yang terus dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.
Muhidin mengapresiasi capaian tersebut, namun mengingatkan agar Bank Kalsel tidak cepat berpuas diri. Ia menegaskan bahwa tantangan sektor perbankan ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan pesatnya transformasi digital.
“Ke depan, Bank Kalsel harus lebih agresif dalam mengembangkan layanan berbasis digital agar mampu bersaing dengan bank-bank nasional maupun lembaga keuangan lainnya,” tambahnya.
RUPS turut dihadiri oleh jajaran direksi dan komisaris Bank Kalsel, serta para pemegang saham dari pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Melalui forum ini, diharapkan Bank Kalsel dapat terus memperkuat perannya sebagai bank daerah yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kalimantan Selatan.







