BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin mencatat kinerja operasional yang positif sepanjang Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, terminal tersebut melayani arus petikemas sebanyak 236.990 boks atau setara 282.265 TEUs (Twenty-foot Equivalent Units), mencerminkan tingginya keandalan layanan di tengah meningkatnya aktivitas logistik di Kalimantan Selatan.
Capaian tersebut meningkat sebesar 49.409 TEUs dibandingkan realisasi kumulatif hingga Mei 2026 yang mencapai 232.856 TEUs. Peningkatan ini didorong oleh bertambahnya aktivitas bongkar muat dan distribusi barang selama Juni 2026.
Kinerja tersebut turut ditopang oleh kesiapan operasional terminal dalam mengakomodasi pertumbuhan arus kapal dan petikemas melalui penguatan kapasitas layanan, optimalisasi proses operasional, serta koordinasi yang berkelanjutan dengan seluruh pemangku kepentingan.

Terminal Head TPK Banjarmasin, Sirin Purnomo, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam menjalankan transformasi operasional yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan.
“Keberhasilan pada Semester I 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh insan TPK Banjarmasin dalam menjalankan transformasi operasional secara berkelanjutan. Kami terus memastikan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, peralatan, serta sistem pendukung agar setiap peningkatan arus petikemas dapat diantisipasi dengan baik. Fokus kami bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menghadirkan layanan yang aman, andal, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Sirin.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, TPK Banjarmasin terus mengoptimalkan implementasi Terminal Operating System (TOS) Nusantara untuk mendukung perencanaan kapal, pengelolaan lapangan penumpukan, hingga pemantauan kegiatan bongkar muat secara terintegrasi.
Di bidang infrastruktur, perusahaan juga memperkuat kapasitas pelayanan melalui pengoperasian empat unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Penggunaan alat tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas terminal, tetapi juga mendukung operasional yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Selain itu, implementasi fungsi Planning and Control, pelaksanaan daily operational meeting, serta evaluasi kinerja berbasis indikator operasional terus diperkuat guna memastikan setiap proses berjalan secara efektif, adaptif, dan responsif terhadap dinamika operasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan budaya Operational Excellence yang terus dikembangkan di lingkungan TPK Banjarmasin.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Tanto Intim Line Cabang Banjarmasin, Rifqi Novega Dwi Putra, menilai transformasi yang dilakukan TPK Banjarmasin telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada perusahaan pelayaran.
“Kami melihat adanya peningkatan kualitas pelayanan yang konsisten, mulai dari pengelolaan operasional kapal, kelancaran arus petikemas, hingga koordinasi yang semakin efektif dengan pengguna jasa. Kondisi ini memberikan kepastian layanan sekaligus mendukung efisiensi operasional pelayaran. Kami optimistis TPK Banjarmasin akan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung kelancaran distribusi logistik di Kalimantan Selatan,” katanya.
Ke depan, TPK Banjarmasin akan terus memperkuat transformasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia, optimalisasi digitalisasi layanan, modernisasi fasilitas dan peralatan, serta penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut diharapkan semakin memperkokoh posisi TPK Banjarmasin sebagai simpul logistik strategis di Kalimantan Selatan yang mampu mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
AF/Onenewskalsel








