ASUS ExpertBook Ultra Tantang Laptop Flagship, Bawa AI 50 TOPS hingga Baterai 26 Jam

PONTIANAK, ONENEWSKALSEL – Persaingan laptop bisnis kelas premium semakin mengarah pada perangkat yang tidak hanya mengandalkan performa komputasi, tetapi juga efisiensi daya, kemampuan kecerdasan buatan (AI), keamanan data, hingga mobilitas tinggi.

Melihat kebutuhan tersebut, ASUS memperkenalkan ExpertBook Ultra (B9406CAA), laptop bisnis flagship yang dirancang untuk menjawab kebutuhan profesional dan eksekutif di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas kerja.

Dalam paparan yang disampaikan ASUS Indonesia, ExpertBook Ultra diklaim mampu bersaing sekaligus unggul dalam sejumlah aspek teknis dibandingkan empat laptop bisnis premium, yakni Lenovo ThinkPad X1 Carbon Gen 13 Aura Edition, Dell Latitude 7450 Premium, HP EliteBook Ultra G1i AI 14, dan Apple MacBook Air M4 13 inci.

ASUS menyoroti sedikitnya lima aspek utama, yakni teknologi layar, touchpad, kapasitas baterai, kemampuan grafis terintegrasi, serta fitur AI.

Dari sisi layar, ExpertBook Ultra menggunakan panel Tandem OLED 14 inci dengan resolusi 3K dan tingkat kecerahan HDR peak hingga 1.400 nits. Teknologi tersebut ditujukan untuk memberikan visibilitas yang lebih baik ketika laptop digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi, termasuk saat bekerja di luar ruangan.

“Bayangkan kalau Anda seorang eksekutif yang harus melakukan presentasi mendadak di area luar ruangan kafe atau bandara dengan paparan cahaya matahari langsung,” kata Commercial Director ASUS Indonesia, Eric Khoven.

Menurut Eric, teknologi Tandem OLED menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan ExpertBook Ultra karena mampu mempertahankan keterbacaan dokumen, grafik, maupun materi presentasi dalam kondisi pencahayaan yang lebih menantang.

Selain layar, ASUS juga memberikan perhatian pada aspek interaksi pengguna. ExpertBook Ultra dibekali Edge-to-Edge Glass Haptic Touchpad berukuran 110 cm² dengan enam sensor tekanan.

Konsep tersebut memungkinkan respons sentuhan yang lebih merata di berbagai area touchpad sekaligus menghilangkan mekanisme engsel konvensional yang umum digunakan pada touchpad laptop.

Dorong Pemrosesan AI di Perangkat

Salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam ExpertBook Ultra adalah kemampuan pemrosesan AI secara lokal.

Perangkat ini ditawarkan dengan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H yang dipadukan dengan Neural Processing Unit (NPU) berkemampuan hingga 50 TOPS atau trillion operations per second.

ASUS menyebut kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai fitur AI secara langsung di perangkat atau on-device AI. Pendekatan ini memungkinkan sejumlah pekerjaan AI diproses tanpa harus selalu mengandalkan layanan komputasi berbasis cloud.

Baca Juga  Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin Siap Hadapi Arus Mudik Nataru dan Haul 5 Rajab

“Sebagai fondasi era baru Copilot+ PC, ASUS ExpertBook Ultra mengandalkan prosesor hingga Intel Core Ultra X9 Processor 388H generasi terbaru yang dipadukan dengan Neural Processing Unit atau NPU yang mampu menghasilkan performa hingga 50 TOPS,” ujar Eric.

ASUS juga membandingkan kemampuan tersebut dengan sejumlah laptop flagship kompetitor yang, menurut perusahaan, masih menggunakan Intel Core Ultra 7 Series 2 dengan kemampuan NPU hingga 48 TOPS.

Pemrosesan AI lokal menjadi semakin relevan bagi kalangan profesional karena aktivitas kerja kini tidak hanya berkaitan dengan pengolahan dokumen, tetapi juga transkripsi rapat, penerjemahan, pembuatan konten, analisis data, hingga pemanfaatan model bahasa besar atau large language model (LLM).

Melalui fitur ASUS AI ExpertMeet, misalnya, pemrosesan transkripsi, penerjemahan bahasa, dan sejumlah optimasi kamera web dapat dilakukan melalui NPU.

ASUS juga menyediakan Zenni Claw yang memungkinkan pemanfaatan agentic AI secara lokal maupun melalui cloud dengan menghubungkan berbagai tools AI.

Dengan dukungan RAM LPDDR5x hingga 64 GB, ASUS menyebut beberapa model AI seperti Gemma dengan 4 miliar parameter dan Qwen 3 dengan 18 miliar parameter dapat dijalankan secara lokal tanpa koneksi internet.

Kemampuan tersebut menunjukkan perubahan arah laptop bisnis modern. Perangkat tidak lagi hanya berfungsi sebagai terminal untuk mengakses layanan cloud, tetapi mulai memiliki kemampuan komputasi AI secara mandiri.

Ringan, tetapi Tetap Bertenaga

Mobilitas menjadi aspek lain yang ditawarkan ASUS melalui ExpertBook Ultra.

Laptop ini memiliki bobot mulai 0,99 kilogram untuk varian Polymer OLED, sedangkan versi Tandem OLED memiliki bobot 1,09 kilogram. Ketebalannya disebut hanya sekitar 1,09 sentimeter.

Di balik bodinya yang tipis, ASUS membekali perangkat dengan sistem pendingin ExpertCool Pro Technology dan desain termal yang dirancang untuk menjaga performa prosesor saat digunakan dalam beban kerja tinggi.

Untuk kebutuhan grafis, ExpertBook Ultra menggunakan GPU terintegrasi hingga Intel Arc B390 dengan 12 Xe Cores.

ASUS mengklaim GPU tersebut mampu mencatat performa hingga sekitar 35 persen lebih tinggi dibandingkan GPU diskrit NVIDIA RTX 4050 dengan TGP 30W dalam pengujian 3DMark Time Spy.

Kemampuan grafis tersebut ditujukan untuk mendukung pekerjaan profesional seperti penyuntingan video, visualisasi data tiga dimensi, hingga akselerasi berbagai pekerjaan berbasis AI.

Baca Juga  Kisah Pilu Ibu di Banjarmasin, Selamatkan Tiga Anak Saat Rumahnya Hampir Roboh

Sementara untuk penyimpanan, laptop ini menyediakan SSD PCIe Gen 5.0 x4 NVMe hingga 2 TB. ASUS menyebut kecepatan penyimpanan tersebut dapat mencapai lebih dari 14.000 MB per detik.

Baterai hingga 26 Jam

Untuk pekerja dengan mobilitas tinggi, daya tahan baterai menjadi salah satu faktor penting. ExpertBook Ultra membawa baterai berkapasitas 70 Wh yang diklaim mampu memberikan masa aktif hingga 26 jam.

ASUS juga membekali perangkat dengan teknologi pengisian cepat yang mampu mengisi baterai hingga 50 persen dalam waktu sekitar 30 menit.

Kombinasi bobot ringan dan kapasitas baterai tersebut membuat perangkat diarahkan untuk pengguna yang berpindah-pindah tempat kerja, mulai dari ruang rapat, perjalanan bisnis, bandara, hingga lokasi kerja di luar ruangan.

Keamanan Data Jadi Perhatian Utama

Selain performa, ASUS menempatkan keamanan sebagai bagian penting dari ExpertBook Ultra.

Perangkat ini mengusung ASUS ExpertGuardian dengan sejumlah fitur keamanan tingkat enterprise, termasuk ASUS Security Processor, Dual Self-healing BIOS ROM, TPM 2.0, Microsoft Pluton, sensor sidik jari, Windows Hello IR, penutup kamera fisik, serta peringatan ketika terjadi pembukaan sasis.

ASUS juga menyebut perangkat tersebut memenuhi standar NIST SP 800-193 terkait ketahanan firmware.

Fokus pada keamanan menjadi semakin penting seiring meningkatnya penggunaan laptop sebagai tempat penyimpanan data perusahaan. Bagi perusahaan, kehilangan sebuah perangkat bukan hanya persoalan kerusakan hardware atau biaya penggantian, tetapi juga berpotensi menyangkut keamanan informasi yang tersimpan di dalamnya.

ASUS mengeklaim perlindungan perangkat keras yang digunakan ExpertBook Ultra dapat membantu mencegah data di dalam SSD diakses oleh pihak yang tidak berwenang ketika media penyimpanan tersebut dipindahkan ke perangkat lain.

Dirancang untuk Lingkungan Kerja Profesional

Dari sisi konstruksi, ExpertBook Ultra menggunakan material magnesium-aluminium AZ31B dengan teknologi ASUS Nano Ceramic.

Perangkat tersebut juga disebut telah melalui pengujian ketahanan ASUS serta memenuhi standar militer MIL-STD-810H.

ASUS menyebut laptop ini mampu menghadapi tekanan hingga setara 100 kilogram dalam skenario pengujian tertentu. Klaim tersebut diarahkan untuk menggambarkan ketahanan perangkat terhadap kondisi yang mungkin terjadi dalam mobilitas sehari-hari, termasuk ketika laptop berada di dalam tas yang penuh dengan berbagai perlengkapan kerja.

Untuk konektivitas, perangkat menyediakan dua port Thunderbolt 4, dua USB-A 3.2 Gen 2, HDMI 2.1, serta jack audio 3,5 milimeter.

Baca Juga  Bank Kalsel Resmikan Layanan Devisa, Permudah Transaksi Internasional Nasabah

Konektivitas nirkabel juga telah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6.0.

Sementara untuk menunjang kebutuhan konferensi daring, ExpertBook Ultra dilengkapi sistem enam speaker dengan Dolby Atmos serta mikrofon dengan teknologi peredam bising berbasis AI.

Laptop Bisnis Memasuki Era AI

Kehadiran ExpertBook Ultra memperlihatkan bagaimana laptop bisnis premium mulai bergerak dari sekadar mengejar spesifikasi prosesor dan kapasitas memori menuju integrasi AI, keamanan, efisiensi daya, dan mobilitas dalam satu perangkat.

Bagi pengguna profesional, kemampuan menjalankan AI secara lokal juga menawarkan manfaat lain selain performa. Pemrosesan di perangkat dapat mengurangi ketergantungan terhadap koneksi internet untuk tugas-tugas tertentu sekaligus menjadi pertimbangan penting ketika perusahaan menangani data yang bersifat sensitif.

Namun, seberapa jauh keunggulan tersebut memberikan manfaat nyata tentu tetap bergantung pada pola penggunaan, jenis aplikasi, serta skenario kerja masing-masing pengguna.

ASUS ExpertBook Ultra sendiri diposisikan perusahaan sebagai perangkat flagship untuk kalangan profesional dan enterprise yang membutuhkan kombinasi performa, portabilitas, keamanan, serta kemampuan AI dalam satu laptop.

Dengan NPU hingga 50 TOPS, layar Tandem OLED 1.400 nits, baterai 70 Wh, RAM hingga 64 GB, SSD PCIe Gen 5 hingga 2 TB, serta bobot sekitar 1 kilogram, ASUS berupaya membawa standar baru laptop bisnis premium ke pasar Indonesia.

Untuk pasar PC bisnis, langkah tersebut juga menjadi bagian dari strategi ASUS memperkuat posisi di segmen komersial. ASUS mencatat pertumbuhan bisnis PC B2B sebesar 117 persen secara tahunan pada 2025 dan menyebut telah berada di posisi kedua industri PC B2B Indonesia hingga kuartal kedua 2026.

Pada akhirnya, persaingan laptop bisnis flagship tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki prosesor paling cepat. Kemampuan mengolah AI secara lokal, menjaga keamanan data, bertahan dalam mobilitas tinggi, serta memberikan pengalaman kerja yang efisien menjadi faktor yang semakin menentukan nilai sebuah perangkat bagi perusahaan dan profesional.

RED/ONENEWSKALSEL