Friday, 30 October 2026
BREAKING
Berita

Gubernur Muhidin Dukung Teknologi Deteksi Dini Karhutla dan Pembentukan Crisis Center ULM

onenewskalsel

BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) membuka peluang pemanfaatan teknologi inovasi perguruan tinggi untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu gagasan yang mendapat perhatian Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, adalah pengembangan alat pendeteksi dini karhutla yang mampu memantau potensi kebakaran secara real time.

Dukungan tersebut disampaikan Muhidin saat menghadiri dialog bertajuk Silaturahmi Kamtibmas Forkopimda dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta dalam rangka mendukung pendidikan unggul sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif. Kegiatan berlangsung di Hotel Kindai, Banjarmasin, Senin (26/10/2026).

Dalam forum tersebut, salah seorang peserta memaparkan inovasi alat pendeteksi dini karhutla hasil pengembangan salah satu politeknik di Kalimantan Selatan. Perangkat ini dilengkapi kamera pengawas (CCTV), sensor pendeteksi kualitas udara dan asap, serta sistem konektivitas jaringan khusus untuk mengirimkan informasi dari lokasi pemantauan.

Paparan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Muhidin bersama Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan. Bahkan, Muhidin meminta agar perangkat tersebut segera diuji coba untuk mengetahui kemampuan dan efektivitasnya dalam mendeteksi potensi kebakaran di lapangan.

Secara teknis, alat tersebut bekerja dengan memantau kondisi visual dan kualitas udara di sekitar kawasan hutan maupun perkebunan. Ketika sensor mendeteksi indikasi asap atau kamera menangkap tanda-tanda kebakaran, sistem akan mengirimkan notifikasi peringatan ke pusat pemantauan.

Dengan mekanisme tersebut, petugas di lapangan diharapkan dapat menerima informasi lebih awal sehingga langkah penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas.

Menariknya, perangkat ini dirancang menggunakan sumber energi tenaga surya melalui panel surya. Dengan demikian, alat dapat ditempatkan di kawasan hutan atau perkebunan terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Baca Juga  Pemprov Kalsel Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Lewat Koperasi dan UMKM

Selain teknologi deteksi dini karhutla, pembentukan Crisis Center Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga menjadi salah satu gagasan yang mendapat perhatian Gubernur Muhidin.

Keberadaan Crisis Center diharapkan dapat menjadi pusat informasi, koordinasi, dan penanganan berbagai situasi darurat, termasuk krisis maupun bencana. Melalui pusat koordinasi tersebut, respons terhadap suatu kejadian diharapkan dapat dilakukan secara lebih cepat, terpadu, dan terarah dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Dalam kesempatan itu, Muhidin turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kalsel yang telah menginisiasi pertemuan antara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kalangan perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Menurutnya, forum silaturahmi tersebut menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi dalam menjaga kondusivitas daerah.

Sementara itu, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan menyamakan visi dan misi seluruh elemen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menegaskan, tanggung jawab menjaga situasi kamtibmas bukan hanya berada di pundak kepolisian, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk Forkopimda, kalangan akademisi, dan perguruan tinggi.

Menurutnya, dinamika global saat ini turut memberikan pengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Tanah Air, termasuk di Kalimantan Selatan. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen untuk menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif.

Kapolda juga mengajak masyarakat agar menyampaikan aspirasi melalui cara-cara yang tertib dan damai. Ia mengingatkan adanya potensi pihak-pihak tertentu yang berupaya memprovokasi massa dalam kegiatan unjuk rasa sehingga berujung pada tindakan anarkis.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun kesadaran masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan daerah.

Baca Juga  Kalsel Percepat Pengakuan Budaya Nasional, Perkuat Data dan Regenerasi Pelaku

“Saya berharap sinergi Forkopimda dan perguruan tinggi terus terjalin dan melahirkan solusi yang lebih baik bagi kemajuan Banua Kalimantan Selatan,” ujar Kapolda.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kalsel Supian HK bersama unsur Forkopimda lainnya, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Prof. Iwan Aflanie, serta para rektor dan pimpinan perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Kalimantan Selatan.

*RED/ONENEWSKALSEL