Friday, 30 October 2026
BREAKING
Berita

Gubernur Muhidin Tambah Dosis Surfaktan Jadi 1.000 Liter, Pendinginan Karhutla Kalsel Diperkuat Lewat Water Bombing

onenewskalsel

KABUPATEN BANJAR, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut yang masih menyimpan titik-titik panas. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menguji kembali penggunaan bahan pembasah atau surfaktan dalam operasi pemadaman melalui helikopter water bombing.

Uji coba lanjutan tersebut dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan di kawasan Embung Syarkawi, Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Selasa (27/10/2026) sore.

Dalam pengujian kali ini, volume surfaktan yang dicampurkan ke dalam air ditingkatkan menjadi 1.000 liter. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan uji coba sebelumnya yang menggunakan campuran sebanyak 800 liter.

Penambahan volume ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pembasahan sekaligus memperdalam proses pendinginan lahan, khususnya pada kawasan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

“Alhamdulillah, hari ini kita kembali melakukan uji coba dengan campuran 1.000 liter. Kemarin kita mencoba 800 liter, tetapi kedalamannya masih kurang. Sekarang sudah diperdalam dan kita coba kembali. Kalau nanti masih kurang efektif, akan kita tambah lagi,” ujar Muhidin.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah lokasi, api yang sebelumnya terlihat mulai berhasil dikendalikan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya membuat kawasan terdampak aman karena masih ditemukan titik-titik panas yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Karena itu, upaya pemadaman tidak hanya diarahkan pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga difokuskan pada pendinginan dan pembasahan lahan guna mencegah kebakaran kembali terjadi.

Salah satu kawasan yang masih menjadi perhatian adalah Jalan Kurnia. Untuk menjangkau titik-titik yang sulit ditangani melalui jalur darat, pemerintah daerah berencana terus mengoptimalkan dukungan helikopter water bombing dengan memanfaatkan sumber air dari Embung Syarkawi.

Baca Juga  Raperda APBD Perubahan 2026 dan Pajak Daerah Disepakati, Pemprov-DPRD Kalsel Siapkan Tahap Berikutnya

Keberadaan embung tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengisian air bagi armada pemadam udara, sehingga operasi pembasahan dan pendinginan di lokasi terdampak dapat berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, Pemprov Kalsel juga terus mengupayakan modifikasi cuaca untuk membantu mengurangi dampak kekeringan yang memperbesar risiko karhutla.

Menurut Muhidin, operasi menggunakan pesawat masih dilakukan untuk mendukung pembentukan awan hujan. Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah Kalimantan Selatan.

“Kita berharap mudah-mudahan hari ini atau malam nanti hujan bisa turun. Kita berdoa agar hujan segera turun di daerah kita, bahkan sebelum memasuki musim hujan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan perkiraan yang diterimanya, musim hujan diprediksi mulai berlangsung pada pertengahan November. Meski demikian, sejumlah wilayah berpotensi mengalami pergeseran awal musim hujan hingga awal Desember.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, dukungan peralatan juga terus ditingkatkan melalui koordinasi dengan Polda Kalsel. Penambahan sarana tersebut diharapkan dapat menunjang operasi pemadaman sekaligus mempercepat proses pendinginan di kawasan yang masih memiliki potensi kebakaran.

Muhidin menegaskan, pemerintah bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Setiap lokasi yang masih menunjukkan peningkatan suhu panas akan menjadi perhatian untuk segera ditangani.

“Kami akan terus berupaya memadamkan api. Di mana pun ditemukan lokasi yang masih panas dan membutuhkan penanganan, kami akan berusaha bergerak ke sana. Kami berharap masyarakat memahami kondisi cuaca dan situasi karhutla yang sedang kita hadapi,” katanya.

Sementara itu, terkait kemungkinan pemindahan posko penanganan karhutla, Muhidin menyampaikan bahwa untuk sementara posko masih dipusatkan di kawasan Gunung Damar.

Kondisi di wilayah tersebut dilaporkan mulai membaik seiring meningkatnya ketersediaan air setelah dilakukan pembasahan melalui embung dan kanal-kanal. Hujan yang sempat turun sebelumnya juga turut membantu menjaga kelembapan lahan.

Baca Juga  Wamen HAM Mugiyanto Ajak Mahasiswa UPB Pontianak Jadi Penggerak HAM Digital

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap potensi munculnya kembali titik api, terutama pada kawasan yang sebelumnya mengalami kebakaran cukup intensif, dapat ditekan.

Pemprov Kalsel bersama Polda Kalsel, TNI, BPBD, serta instansi terkait akan terus memperkuat koordinasi dan mengevaluasi berbagai metode penanganan karhutla. Langkah ini dilakukan agar upaya pemadaman dan pendinginan berjalan optimal sekaligus meminimalkan dampak kebakaran serta kabut asap terhadap masyarakat.

Red/Onenewskalsel