BANJARBARU, ONENEWSKALSEL.COM – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta meneladani nilai-nilai dan perjuangan para ulama dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan Hasnuryadi saat menghadiri puncak peringatan haul ke-80 Habib Hamid bin Abbas Bahasyim atau yang dikenal sebagai Habib Basirih, di kawasan Kubah Keramat Basirih, RT 13, Kelurahan Basirih, Kota Banjarmasin, Sabtu (31/10/2026).
Dalam suasana penuh khidmat, Hasnuryadi membaur bersama para habaib, ulama, tuan guru, serta ribuan jemaah yang datang dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Antusiasme jemaah terlihat sejak pagi. Mereka berdatangan melalui jalur darat maupun sungai, bahkan tidak sedikit yang telah tiba sejak waktu subuh untuk mengikuti rangkaian kegiatan haul.
Sejumlah habaib dan ulama turut hadir, di antaranya Habib Idrus bin Abdullah Alaydrus, Habib Abubakar bin Abdul Kadir dari Malang, Habib Muhammad Ali bin Idrus Hasan bin Hamid Bahasyim, Habib Zakaria Bahasyim, dan Habib Hamdi Bahasyim.
Hadir pula Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam sambutannya, Hasnuryadi menegaskan bahwa kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Menurutnya, berbagai perbedaan dan tantangan yang dihadapi masyarakat hendaknya disikapi dengan semangat persaudaraan, kekompakan, serta saling mendukung.

“Paling penting adalah cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Apa pun yang kita hadapi, tentunya kita harus selalu bersatu, solid, dan melakukan yang terbaik,” ujar Hasnuryadi.
Pada kesempatan tersebut, Hasnuryadi juga menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kepada seluruh jemaah yang hadir.
Ia sekaligus memohon doa agar pemerintah dan masyarakat Kalimantan Selatan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Izinkan ulun menyampaikan salam hormat dari Gubernur H. Muhidin. Beliau juga memohon doa. Dengan semua tantangan yang dihadapi saat ini, ada karhutla dan lain sebagainya. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan kemudahan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Hasnuryadi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta melaksanakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Namun, menurutnya, berbagai program dan upaya pembangunan tersebut tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi antara pemerintah, masyarakat, habaib, dan alim ulama dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi berbagai persoalan sekaligus mewujudkan Kalimantan Selatan yang lebih baik.
“Kami di pemerintah siap melaksanakan tugas. Namun, kami tidak mampu melaksanakannya sendiri. Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama seluruh masyarakat Banua, bimbingan para habaib dan ulama, serta yang paling penting doa kita bersama,” tuturnya.
Hasnuryadi juga mengungkapkan rasa syukur atas keberadaan banyak ulama dan tokoh agama di Kalimantan Selatan yang selama ini menjadi panutan serta sumber tuntunan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan haul tidak sekadar menjadi sarana mengenang perjalanan hidup dan perjuangan seorang ulama, tetapi juga momentum untuk memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta memperdalam kecintaan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Hasnuryadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga tradisi keagamaan melalui penyelenggaraan haul di berbagai daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan ketakwaan.
Selain itu, penyelenggaraan haul pada masa mendatang diharapkan semakin baik dan tertib, tanpa mengurangi semangat kebersamaan yang selama ini telah terbangun di tengah masyarakat.
Rangkaian peringatan haul ke-80 Habib Basirih diawali dengan pembacaan manakib atau riwayat perjalanan hidup Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang disampaikan Habib Fathurrahman Bahasyim.
Sementara itu, tausiah atau pesan-pesan keagamaan disampaikan oleh Habib Idrus bin Abdullah Alaydrus dari Martapura, Kabupaten Banjar, yang merupakan pimpinan Rabithah Alawiyah wilayah Martapura dan Kota Banjarbaru.
Melalui peringatan haul tersebut, masyarakat diharapkan dapat kembali mengenang keteladanan Habib Basirih sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
*Red/Onenewskalsel













