Digitalisasi Koperasi Desa Digenjot, Pemerintah Fokus pada Efisiensi hingga Akses Pasar

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, saat meninjau Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4). Pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi rakyat berbasis desa. Ada tiga fokus utama yang didorong: meningkatkan efisiensi usaha, mengintegrasikan rantai pasok, dan memperluas akses pasar bagi koperasi serta pelaku usaha lokal.

Bandung, Onenewskalsel – Pemerintah mempercepat digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis desa. Langkah ini difokuskan pada peningkatan efisiensi usaha, integrasi rantai pasok, serta perluasan akses pasar bagi koperasi dan pelaku usaha lokal, Sabtu 25/04/2026.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan digitalisasi tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi harus mampu mengubah cara kerja koperasi menjadi lebih produktif dan terukur.

“Digitalisasi harus memberikan dampak nyata, mulai dari efisiensi operasional, perluasan pasar, hingga penguatan usaha koperasi,” ujarnya saat meninjau Koperasi Al Ittifaq di Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (25/4).

Koperasi Al Ittifaq dinilai sebagai contoh praktik baik dalam penerapan sistem digital. Koperasi ini telah mengintegrasikan proses usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Pemanfaatan teknologi digital membantu perencanaan produksi menjadi lebih akurat, menjaga kualitas produk, serta mempercepat distribusi ke pasar. Kondisi ini turut memastikan stabilitas pasokan dan meningkatkan kepercayaan mitra usaha.

Pemerintah mendorong model serupa dapat direplikasi di berbagai daerah. Melalui sistem manajemen berbasis digital, koperasi diharapkan mampu mengelola produksi, stok, dan distribusi secara lebih tertata, sehingga memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga menjadi perhatian. Pemanfaatan limbah produksi sebagai pakan ternak serta penguatan rantai pasok lokal dinilai mampu menekan biaya sekaligus meningkatkan nilai tambah usaha. Pendekatan ini diyakini dapat memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Untuk mempercepat implementasi, pemerintah mendorong kolaborasi antara koperasi yang telah maju dengan KDMP di berbagai wilayah. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat kelembagaan koperasi.

Peran generasi muda juga dinilai penting dalam mendukung transformasi ini. Pelajar, khususnya dari sekolah menengah kejuruan, didorong untuk terlibat dalam pengembangan koperasi, baik dalam pengelolaan teknologi maupun inovasi model bisnis.

Baca Juga  Safari Ramadan di Batola, Gubernur Kalsel Ajak Warga Dukung Pembangunan

“Strateginya adalah memperluas praktik baik yang sudah terbukti. Koperasi yang kuat akan menjadi fondasi ekonomi yang tangguh,” kata Meutya.

CEO Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq, Setia Irawan, menambahkan pihaknya berkomitmen memperkuat digitalisasi sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami juga membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar langsung, sehingga tercipta sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.

Di tengah dinamika global yang memengaruhi stabilitas ekonomi dan pangan, penguatan koperasi berbasis digital dinilai menjadi langkah strategis. Transformasi ini diharapkan mampu menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Melalui digitalisasi KDMP, pemerintah menargetkan terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang inklusif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi rakyat secara berkelanjutan.

TIM REDAKSI ONENEWSKALSEL