H Rudy Ariffin Berpulang di Usia 73 Tahun, Kalsel Kehilangan Putra Terbaiknya

BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Kalimantan Selatan kehilangan salah satu tokoh yang pernah berada di garis depan pemerintahan daerah. H Rudy Ariffin, mantan Gubernur Kalimantan Selatan dua periode, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Amanah Banjarmasin, Minggu (6/9/2026), sekitar pukul 11.00 WITA.

Rudy Ariffin meninggal dunia dalam usia 73 tahun setelah sempat menjalani perawatan selama satu hari. Kabar tersebut sontak membawa duka bagi keluarga, kerabat, sahabat, hingga masyarakat Banua yang mengenal kiprahnya selama puluhan tahun di pemerintahan.

Nama Rudy Ariffin tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang pemerintahan Kalimantan Selatan. Sebelum dipercaya menjadi gubernur, ia mengawali pengabdiannya sebagai birokrat, kemudian dipercaya memimpin Kabupaten Banjar selama dua periode.

Karier pengabdiannya di pemerintahan dimulai pada 1979. Saat itu, Rudy bertugas sebagai Mantri Pamong Praja (MPP) Kecamatan Sungai Tabuk.

Dari sana, perjalanan kariernya terus menanjak. Berbagai jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan pernah dipercayakan kepadanya, termasuk di lingkungan BP-7 serta bidang pendidikan dan pelatihan.

Rudy kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendapatan Kalimantan Selatan hingga Kepala Biro Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pengalaman panjang sebagai birokrat menjadi modal penting ketika Rudy kemudian dipercaya memimpin Kabupaten Banjar. Setelah dua periode menjabat sebagai bupati, langkah pengabdiannya berlanjut ke tingkat provinsi.

Pada 2005, Rudy Ariffin terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Selatan. Ia memimpin Banua selama dua periode, yakni 2005–2010 dan 2010–2015.

Pada periode pertama, Rudy berpasangan dengan H M Rosehan Noor Bahri. Sementara pada periode kedua, ia didampingi H Rudy Resnawan.

Sepuluh tahun berada di pucuk pemerintahan provinsi menjadi bagian penting dari perjalanan Kalimantan Selatan. Berbagai program pembangunan dijalankan, mulai dari penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga sektor pertanian.

Baca Juga  Cabor Menembak Persembahkan Medali Emas Pertama untuk Kalsel di POPNAS XVII

Salah satu capaian yang tercatat adalah program pemberantasan buta aksara yang mencapai target pada 2008, atau setahun lebih cepat dari yang direncanakan.

Di bidang ekonomi, pertumbuhan Kalimantan Selatan pada periode tersebut juga menunjukkan peningkatan, dari kisaran lima persen menjadi sekitar 6,5 persen.

Kemampuan fiskal daerah turut berkembang. APBD Kalimantan Selatan yang berada di kisaran Rp800 miliar ketika Rudy pertama kali menjabat gubernur meningkat menjadi sekitar Rp2,5 triliun pada akhir periode pertamanya. Pada penghujung masa kepemimpinannya, APBD daerah disebut mencapai sekitar Rp5,5 triliun.

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu bagian yang menonjol dalam masa pemerintahannya. Sejumlah proyek strategis didorong, termasuk pembangunan jalan dan flyover di Banjarmasin, pengembangan Bandara Syamsudin Noor, serta gagasan pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Laut dengan daratan Kalimantan.

Di sektor pertanian, Kalimantan Selatan juga diarahkan untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Produksi padi pada 2014 tercatat lebih dari dua juta ton dengan surplus beras sekitar 600 ribu ton.

Upaya pembangunan juga dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan. Pada 2013, tingkat kemiskinan Kalimantan Selatan tercatat sekitar enam persen, lebih rendah dibandingkan angka lebih dari tujuh persen pada 2005.

Putra Banua yang Meniti Karier dari Birokrasi

Rudy Ariffin lahir di Banjarmasin pada 17 Agustus 1953. Masa pendidikannya ditempuh di SR Barabai, kemudian SMP dan SMA di Banjarmasin.

Ia melanjutkan pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Banjarbaru sebelum meneruskan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat.

Dari perjalanan panjang tersebut, Rudy tumbuh menjadi salah satu figur birokrasi yang kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi penting hingga akhirnya menjadi kepala daerah.

Baca Juga  Barito Putera Minta Wasit Asing Pimpin Laga Penentu Tiket Liga 1

Di tengah perjalanan politik dan pemerintahannya, Rudy juga dikenal sebagai sosok ayah dalam keluarga. Almarhum merupakan ayah dari mantan Wali Kota Banjarbaru H M Aditya Mufti Ariffin.

Rudy meninggalkan tiga orang anak, yakni H M Aditya Mufti Ariffin, S.H., M.H., Hj Adistya Dewi Ariffin, S.E., dan Kapten CPM Setya Persada Ariffin.

Penghormatan Terakhir untuk Sang Mantan Gubernur

Setelah berpulang, jenazah Rudy Ariffin dibawa dari RS Amanah Banjarmasin menuju Masjid Al-Jihad Banjarmasin.

Jenazah kemudian dimandikan dan disalatkan setelah salat Zuhur sebelum dibawa ke kediaman pribadi keluarga di Jalan Garuda, Banjarbaru.

Rangkaian penghormatan terakhir dilanjutkan di Masjid Agung Al-Karomah Martapura setelah salat Asar. Jenazah kembali disalatkan secara fardu kifayah sebelum diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.

Rudy Ariffin kemudian dimakamkan di Taman Makam Bahagia, Landasan Ulin, Banjarbaru, pada Minggu sore.

Kepergian Rudy Ariffin menutup perjalanan panjang seorang birokrat yang kemudian dipercaya menjadi bupati dan memimpin Kalimantan Selatan selama satu dekade.

Kini, jabatan, pangkat, dan kekuasaan telah menjadi bagian dari masa lalu. Yang tersisa adalah kenangan, pengabdian, serta jejak pembangunan yang pernah ditorehkan selama perjalanan hidupnya.

Bagi keluarga, ia adalah sosok ayah yang meninggalkan kenangan. Bagi para kolega, Rudy merupakan bagian dari perjalanan panjang pemerintahan Kalimantan Selatan. Sementara bagi Banua, namanya akan tetap tercatat sebagai salah satu tokoh yang pernah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk daerah ini.

Selamat jalan, Bpk. H Rudy Ariffin.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan tempat peristirahatan terakhirnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, keikhlasan, dan kekuatan menghadapi kehilangan ini.

Baca Juga  Rakorda Bangga Kencana 2026 Digelar, Pemprov Kalsel Perkuat Upaya Tekan Stunting

Red/Onenewskalsel