Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Berlayar dari Banjarmasin, Perkuat Kedaulatan Rupiah hingga Pulau Terluar Kalsel

Banjarmasin, Onenewskalsel – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI Angkatan Laut resmi melepas kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dari Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa (9/6/2026).

Pelepasan ekspedisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan Rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, Ketua DPRD Kalimantan Selatan H. Supian HK, Kapolda Kalimantan Selatan, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banjarmasin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat.

Melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bank Indonesia berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah layak edar. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan dan identitas bangsa.

Pada pelaksanaan tahun ini, tim ekspedisi akan menjangkau lima wilayah kepulauan di Kalimantan Selatan, yakni Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, dan Pulau Laut Timur. Kegiatan berlangsung selama tujuh hari, mulai 9 hingga 15 Juni 2026.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan layanan kas keliling bagi masyarakat yang tinggal di daerah dengan akses perbankan terbatas.

Menurutnya, distribusi uang Rupiah layak edar merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan kawasan terpencil.

“Hari ini kita menyaksikan pelepasan Kapal Hiu yang membawa misi Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 ke lima pulau terpencil di Kalimantan Selatan, yaitu Pulau Kerayaan, Pulau Kerasian, Pulau Matasiri, Pulau Marabatuan, dan Pulau Laut Timur,” ujar Muhidin usai pelepasan KRI Hiu 634 di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Baca Juga  Laga Penentuan Disorot, H. Hamzah Noor Minta PSSI Tegas Gunakan Wasit Asing

Muhidin juga mendorong perluasan sosialisasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) hingga ke pelosok daerah agar masyarakat di wilayah terpencil dapat merasakan manfaat sistem pembayaran digital.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan transaksi digital harus didukung oleh infrastruktur yang memadai, terutama ketersediaan jaringan internet yang stabil.

“Tentu penggunaan uang digital harus ditunjang dengan fasilitas pendukung, seperti ketersediaan jaringan internet,” katanya.

Sementara itu, Bank Indonesia menegaskan bahwa program Ekspedisi Rupiah Berdaulat tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang tidak layak edar, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.

Melalui dukungan armada TNI Angkatan Laut, tim ekspedisi diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang berada di pulau-pulau terluar sehingga ketersediaan uang Rupiah layak edar tetap terjaga dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat berjalan secara optimal.

AF – ONENEWSKALSEL