BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 memasuki fase penting. Setelah posisi bangkai kapal berhasil ditentukan secara lebih akurat, tim SAR gabungan mempersempit wilayah pencarian dari delapan menjadi enam sektor.
Penyisiran pada hari kedua operasi, Senin (14/9/2026), kini lebih difokuskan pada pencarian bawah air (underwater). Strategi tersebut dilakukan setelah tim berhasil memperoleh titik koordinat pasti keberadaan bangkai kapal.
Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi mengungkapkan, jumlah korban yang berhasil dievakuasi kembali bertambah. Dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Dudy menyampaikan terdapat satu korban selamat yang berhasil ditemukan.
Dengan tambahan tersebut, total korban yang telah dievakuasi mencapai 114 orang. Rinciannya, 108 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia.
Koordinator operasi SAR, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, mengatakan seluruh kekuatan yang tersedia dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian. Sedikitnya lima pesawat udara serta 17 kapal, baik milik negara maupun kapal niaga, dilibatkan dalam operasi tersebut.
Memasuki tahap pencarian bawah laut, operasi diperkuat KRI Canopus milik Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal). Kapal tersebut memiliki perangkat teknologi remotely operated vehicle (ROV) atau kendaraan bawah air yang dikendalikan dari permukaan untuk membantu memetakan dan mengidentifikasi posisi bangkai kapal di dasar laut.
Selain dukungan teknologi, personel penyelam dari Basarnas Special Group (BSG), Komando Pasukan Katak (Kopaska), dan unsur TNI Angkatan Laut turut diterjunkan. Mereka akan melakukan penyisiran terhadap objek bawah air dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan situasi laut di lokasi kejadian.
“KRI Canopus ini merupakan kapal terbaru dari TNI AL yang dimiliki oleh Pushidros. Kita berharap dari kapal ini kita nanti bisa melaksanakan operasi underwater dengan optimal. Begitu juga kapal ini memiliki drone yang bisa dioperasikan di bawah air,” ujar Kepala Basarnas Mohammad Syafii.
Menurut Syafii, kepastian titik bangkai kapal menjadi dasar bagi tim untuk mempersempit area pencarian. Jika sebelumnya operasi dibagi menjadi delapan sektor, pada hari kedua wilayah tersebut dipadatkan menjadi enam sektor agar pengerahan personel dan peralatan dapat lebih terarah.
“Kalau kemarin kita membuat delapan sektor, hari ini kita persempit menjadi enam sektor karena datum titik fix dari kapal itu sudah bisa kita tentukan,” katanya.
Tim SAR berharap kondisi arus laut tidak mengalami perubahan signifikan sehingga titik pencarian yang telah ditentukan dapat tetap menjadi fokus operasi. Dengan penyempitan sektor tersebut, proses pencarian korban di sekitar bangkai kapal diharapkan berlangsung lebih efektif.
Operasi pencarian pada hari kedua telah dimulai sejak pukul 06.00 WITA. Pemantauan dari udara diawali menggunakan pesawat Karavan milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemudian dilanjutkan dengan pengerahan unsur kapal dan tim penyelam untuk melakukan pencarian di permukaan hingga bawah laut.
*Red/Onenewskalsel








