BALANGAN, ONENEWSKALSEL – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Balangan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Desa Sumber Rejeki, Kecamatan Juai, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk memastikan hewan kurban yang akan disembelih dalam kondisi sehat serta memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Selain itu, pemeriksaan dilakukan guna mencegah potensi penyebaran penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia.
Medik Veteriner Ahli Madya DKP3 Balangan, drh. Dewa Ayu Putu Asrinadi, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan pangan asal hewan yang akan dikonsumsi masyarakat saat Iduladha.
Menurutnya, pemeriksaan antemortem atau sebelum penyembelihan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan sekaligus mendeteksi kemungkinan adanya penyakit menular, terutama penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan kepada manusia.
“Melalui pemeriksaan antemortem, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan hewan sebelum disembelih sehingga risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Medik Veteriner DKP3 Balangan, drh. Akhmad Fadhil Aushaf, mengatakan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh terhadap hewan kurban guna memastikan tidak ditemukan gejala penyakit maupun kondisi yang dapat memengaruhi kualitas daging.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban yang telah memenuhi prinsip ASUH.
“Pemeriksaan ini menjadi jaminan bahwa hewan kurban yang akan dikonsumsi masyarakat berada dalam kondisi sehat dan layak,” katanya.
Di sisi lain, peternak asal Desa Sumber Rejeki, Sufyan Atsauri, menyambut baik kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh DKP3 Balangan. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu peternak, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap hewan kurban yang dipasarkan.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa hewan kurban yang dijual benar-benar sehat dan layak untuk dikonsumsi,” ungkapnya.
Selain pemeriksaan sebelum penyembelihan, petugas juga akan melakukan pemeriksaan postmortem setelah proses pemotongan hewan berlangsung. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan organ dan daging hewan kurban tetap aman serta memenuhi standar kesehatan sebelum didistribusikan kepada masyarakat.
Red/Onenewskalsel







