BALANGAN, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Kabupaten Balangan kembali menghadirkan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jaminan pendidikan bagi anak yatim hingga jenjang perguruan tinggi.
Program yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026 tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak yang kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah utama keluarga.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan setiap kepala keluarga usia produktif yang meninggal dunia akan mendapatkan perlindungan melalui program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek). Melalui program tersebut, dua anak yatim dari keluarga yang ditinggalkan akan memperoleh jaminan biaya pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
Menurut Abdul Hadi, kebijakan tersebut merupakan pengembangan manfaat dari program Jamsostek yang selama tiga tahun terakhir premi kepesertaan kepala keluarga usia produktif telah dibayarkan oleh Pemerintah Kabupaten Balangan.
“Kami ingin memastikan anak-anak yatim di Balangan tetap memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. Kehilangan orang tua tidak boleh menjadi alasan bagi mereka untuk putus sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, manfaat program tidak hanya mencakup perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan kerja, tetapi juga memberikan kepastian pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.
Selain membantu meringankan beban keluarga, program tersebut diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Balangan pada masa mendatang.
Dengan adanya jaminan pendidikan hingga perguruan tinggi, Pemkab Balangan berharap tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan akibat meninggalnya orang tua sebagai tulang punggung keluarga.
Red/Onenewskalsel







