Lebih dari 10 Ribu Jemaah Padati Haul ke-500 Sultan Suriansyah, Warisan Keteladanan Terus Dijaga

BANJARMASIN ONENEWSKALSEL – Lebih dari 10 ribu jemaah memadati Kompleks Makam Sultan Suriansyah, Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin, Sabtu (15/8/2026) malam. Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 itu berlangsung khidmat dan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenang sejarah sekaligus meneladani perjuangan tokoh penting Kesultanan Banjar tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak rangkaian kegiatan dimulai. Jemaah mengikuti salat berjemaah, pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, tausiah, hingga zikir dan doa bersama yang dipanjatkan untuk mengenang Sultan Suriansyah.

Panitia Haul Agung Sultan Suriansyah, Akhmad Djuraidi, mengatakan jumlah jemaah tahun ini meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

“Jemaah yang hadir meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah sekitar 7.000,” ujarnya.

Menurut Djuraidi, jemaah yang datang tidak hanya berasal dari Banjarmasin dan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, tetapi juga dari berbagai daerah di luar provinsi.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah jemaah, panitia menyiapkan sekitar 20 titik layar di sejumlah lokasi di luar area utama. Fasilitas tersebut memungkinkan masyarakat tetap mengikuti seluruh rangkaian haul meski tidak dapat berada langsung di sekitar kompleks makam.

Selain itu, sekitar 1.000 relawan dikerahkan untuk mendukung kelancaran kegiatan. Mereka bertugas membantu pelayanan jemaah, mengatur sejumlah titik kegiatan, serta memastikan rangkaian acara berjalan tertib.

Haul ke-500 Sultan Suriansyah tahun ini juga dirangkai dengan sejumlah momentum penting, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Hari Jadi Kota Banjarmasin, serta menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Ariadi Noor, yang hadir mewakili Gubernur Kalsel H Muhidin, mengatakan haul tidak semata-mata menjadi kegiatan keagamaan. Menurut dia, momentum tersebut juga penting untuk mengenalkan kembali keteladanan Sultan Suriansyah kepada generasi muda.

Baca Juga  Menteri Sosial Tinjau Pengungsi Banjir di Sungai Tabuk

Ariadi menilai Sultan Suriansyah merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki peran penting dalam sejarah Kesultanan Banjar, tetapi juga meninggalkan keteladanan dalam akhlak dan kehidupan keagamaan.

“Beliau adalah sosok yang bisa diteladani kepemimpinannya. Dalam kepemimpinannya punya akhlakul karimah, sisi agamanya tidak lepas dari latar belakang kesultanan yang beliau pimpin,” kata Ariadi.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Sultan Suriansyah terus diwariskan kepada generasi muda Kalimantan Selatan. Menurutnya, pendidikan karakter perlu berjalan beriringan dengan kecerdasan intelektual agar generasi penerus tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan spiritual.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin M Yamin mengatakan Sultan Suriansyah memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Kota Banjarmasin.

Karena itu, menurut Yamin, pelaksanaan haul menjadi momentum penting untuk menjaga ingatan sejarah sekaligus merawat nilai-nilai budaya dan keagamaan yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Perlu kita teladani kepemimpinan beliau di zaman masa kerajaan dulu,” ujar Yamin.

Membludaknya jemaah dalam Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 menjadi gambaran kuat bahwa warisan sejarah dan keagamaan Kesultanan Banjar masih memiliki tempat penting di hati masyarakat. Di tengah perubahan zaman, keteladanan Sultan Suriansyah terus dihidupkan melalui tradisi, doa, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Red/Onenewskalsel