Ketua RT 02 Baru Datangi Korban Kebakaran Setelah 17 Hari, Warga Pertanyakan Kepedulian

BANJARMASIN. ONENEWSKALSEL – Musibah kebakaran yang terjadi pada 3 Juni 2026 sekitar pukul 04.50 WITA di Jalan S. Parman Gang Kalimantan I, Kelurahan Belitung Utara, Kecamatan Banjarmasin Barat, tidak hanya menghanguskan rumah dan ruang belajar, tetapi juga menyisakan kekecewaan bagi sebagian korban yang berharap mendapatkan perhatian dari pemimpin di lingkungan tempat tinggalnya.

Dalam peristiwa tersebut, lima rumah warga di wilayah RT 01 milik Basuni, Abadiandyah, Sabriansyah, Fauzie Al Hijrah, dan Suriansyah ludes terbakar. Sementara di wilayah RT 02, satu rumah milik Hamzah turut menjadi korban. Api juga merambat ke Perguruan Muhammadiyah 1 Jalan S. Parman dan menghanguskan sekitar 18 ruang kelas.

Di tengah kepanikan dan duka para korban, Ketua RT 01 Fauzi Rahman diketahui langsung turun ke lapangan untuk mendata warga terdampak. Sehari setelah kejadian, pihak Dinas Sosial Kota Banjarmasin, Kelurahan Belitung Utara, dan Kecamatan Banjarmasin Barat juga melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan kepada para korban.

Namun, pengalaman berbeda dirasakan Hamzah, korban kebakaran di wilayah RT 02. Ia mengaku tidak pernah didatangi maupun didata oleh Ketua RT 02 Muhammad Amin sejak hari pertama musibah terjadi.

Selama lebih dari dua pekan setelah kebakaran, Hamzah berupaya bangkit dari musibah yang dialaminya. Di saat korban lain mulai mendapatkan perhatian dan bantuan dari berbagai pihak, dirinya mengaku belum pernah melihat kehadiran Ketua RT setempat untuk sekadar menanyakan kondisi keluarga maupun kerugian yang dialami.

Menurut keterangan warga, Ketua RT 02 baru mendatangi rumah Hamzah pada Jumat, 20 Juni 2026 sekitar pukul 11.00 WITA atau 17 hari setelah kebakaran terjadi. Kedatangan tersebut disebut terjadi setelah muncul berbagai pertanyaan dan keluhan dari warga mengenai belum adanya respons dari Ketua RT terhadap korban kebakaran di wilayahnya.

Baca Juga  Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Balangan Kalsel, Warga Sungsum Sempat Terjebak

Saat didatangi, Hamzah mengaku menolak rumahnya diperiksa karena merasa kunjungan tersebut sudah terlambat.

Salah seorang warga setempat, Masrandi, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, dalam situasi musibah, kehadiran seorang Ketua RT bukan hanya untuk melakukan pendataan administratif, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada warganya.

“Kita sangat menyayangkan keterlambatan respons Ketua RT tersebut. Walaupun hanya satu rumah yang terbakar di wilayahnya, tetap itu adalah warganya yang sedang mengalami musibah. Setidaknya hadir untuk melihat kondisi korban dan memberikan perhatian,” ujar Masrandi, Minggu (21/6/2026).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua RT di lingkungan setempat itu mengatakan bahwa seorang pemimpin lingkungan seharusnya menjadi orang pertama yang hadir ketika warganya tertimpa musibah.

“Ketua RT seharusnya cepat mengecek kondisi warga, melakukan pendataan, membantu koordinasi dengan instansi terkait, dan memastikan korban mendapatkan perhatian. Kehadiran itu penting, karena korban tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga membutuhkan dukungan secara moral,” tambahnya.

Peristiwa ini kemudian menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan evaluasi terhadap kinerja Ketua RT yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Bagi warga, yang dipersoalkan bukan semata-mata soal administrasi atau pendataan, melainkan tentang kepedulian dan kehadiran seorang pemimpin lingkungan saat warganya sedang berada dalam masa-masa paling sulit akibat musibah kebakaran.

Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali sehingga setiap warga yang mengalami musibah dapat merasakan kehadiran, perhatian, dan pendampingan dari para pemimpin di lingkungannya.Versi ini lebih kuat karena menonjolkan sisi kemanusiaan korban: kehilangan rumah, menunggu perhatian, dan pentingnya kehadiran seorang pemimpin saat warga sedang tertimpa musibah. Fokus kritiknya menjadi lebih elegan dan emosional tanpa terkesan menyerang secara langsung.

Baca Juga  Hasil Penelitian, Satgas CS-137 Akui Tak Ada Paparan Cesium di RPHU CPI

RA-ONENEWSKALSEL

error: Content is protected !!