Muhidin Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Adaptif Lewat PKN Tingkat II BPSDMD Kalsel

BANJARBARU, ONENEWSKALSEL — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat kualitas kepemimpinan aparatur sipil negara melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD). Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVIII Tahun 2026 yang diikuti 60 pejabat administrator.

Peserta pelatihan berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Kegiatan berlangsung di Kampus BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, dan secara resmi dibuka Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, Rabu (10/6/2026).

Pelatihan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Oktober 2026 dengan metode pembelajaran terpadu yang memadukan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran jarak jauh.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa PKN Tingkat II merupakan momentum strategis untuk membentuk pemimpin birokrasi yang mampu menghadapi tantangan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena seluruh materi yang diberikan akan menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pejabat pemerintah,” ujarnya.

Muhidin menjelaskan, pola pembelajaran tahun ini dilaksanakan secara bertahap. Peserta akan mengikuti pembelajaran klasikal di Kampus BPSDMD dengan sistem menginap selama 12 hari, sementara tahapan berikutnya dilaksanakan secara daring dari instansi masing-masing.

“Total peserta berada di sini selama 12 hari, sedangkan sisanya dilaksanakan melalui Zoom dan pembelajaran jarak jauh,” jelasnya.

Ia mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan secara disiplin sesuai ketentuan yang berlaku. Kehadiran hanya dapat ditinggalkan untuk kepentingan yang benar-benar mendesak.

Selain itu, Muhidin meminta BPSDMD mendokumentasikan seluruh materi yang disampaikan narasumber maupun pembimbing agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai referensi pembelajaran setelah pelatihan berakhir.

Baca Juga  Wasaka Indonesia Buka Jalan Talenta Banua Belajar Langsung dari Kurniawan Dwi Yulianto

Menurutnya, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga dari dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik.

“Yang paling penting adalah pelayanan publik. Jangan sampai setelah mengikuti pelatihan ini pelayanan kepada masyarakat tetap kurang baik,” tegasnya.

Ia berharap para peserta mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan.

Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, mengatakan PKN Tingkat II Angkatan XVIII berlangsung selama empat bulan, mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026.

Selama pelatihan, peserta akan menjalani berbagai tahapan pembelajaran yang meliputi pembelajaran di kampus, pembelajaran mandiri, hingga pembelajaran jarak jauh.

“Kami berharap setelah kembali ke instansi masing-masing, para peserta mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, dan pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Faried menjelaskan, materi pelatihan difokuskan pada penguatan kepemimpinan adaptif dalam menghadapi berbagai isu strategis nasional maupun daerah. Tahun ini, tema yang diangkat mencakup empat fokus utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, kebencanaan, dan ekonomi.

Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dengan tantangan pembangunan di Kalimantan Selatan, terutama dalam mendukung peran daerah sebagai gerbang logistik Pulau Kalimantan.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai persoalan strategis di bidang tugas masing-masing sekaligus merumuskan solusi yang inovatif dan aplikatif berdasarkan pengalaman serta kebutuhan organisasi.

Faried menambahkan, BPSDMD juga akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap seluruh peserta, termasuk saat mengikuti pembelajaran dari luar kampus.

Karena itu, aspek kedisiplinan menjadi perhatian utama selama proses pelatihan berlangsung.

“Pesan Bapak Gubernur sangat jelas, seluruh peserta harus mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh karena terdapat aturan yang harus dipatuhi serta konsekuensi bagi yang melanggar,” pungkasnya.

Baca Juga  Pemprov Kalsel Apresiasi Kemajuan Tapin di Usia ke-60

Red/Onenewskalsel