Bank Kalsel Resmi Operasikan Layanan Bank Devisa, Perkuat Transaksi Global dan Dorong Ekonomi Banua

BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Bank Kalsel memastikan akan mulai mengoperasikan layanan Bank Devisa pada 17 Juni 2026 setelah resmi mengantongi izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2025.

Kehadiran layanan Bank Devisa menjadi tonggak penting bagi Bank Kalsel dalam memperluas cakupan layanan perbankan sekaligus memperkuat peran sebagai motor penggerak perekonomian daerah. Melalui layanan ini, masyarakat maupun pelaku usaha akan lebih mudah melakukan berbagai transaksi keuangan internasional.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, mengatakan izin operasional Bank Devisa telah diterbitkan OJK pada 31 Desember 2025. Dengan izin tersebut, seluruh tahapan persiapan operasional kini telah memasuki fase akhir.

“Untuk izin operasionalnya sudah dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK,” ujarnya.

Sebagai bank devisa, Bank Kalsel nantinya dapat melayani berbagai transaksi dalam mata uang asing, mulai dari pengiriman dana ke luar negeri, penerbitan Letter of Credit (L/C) untuk kebutuhan perdagangan internasional, hingga layanan penukaran valuta asing.

Fachrudin menjelaskan, peluncuran operasional Bank Devisa dijadwalkan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam pada 17 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Bank Kalsel juga akan menggelar simulasi layanan yang melibatkan media massa sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan mekanisme transaksi perbankan internasional.

“Insyaallah bertepatan dengan Tahun Baru Islam, atau 17 Juni 2026, kita launching operasional Bank Devisa,” katanya.

Menurut Fachrudin, hadirnya layanan Bank Devisa diharapkan mampu membuka peluang yang lebih besar dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam Kalimantan Selatan agar memiliki daya saing di pasar global. Selain itu, fasilitas pembiayaan yang dimiliki Bank Kalsel juga diharapkan semakin memperkuat sektor produktif melalui penyaluran kredit kepada koperasi serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga  Wakil Ketua DPRD Balangan Hadiri Safari Ramadhan 1447 H di Masjid Agung As-Sa’adah

Ia meyakini transformasi layanan tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus mendukung target pertumbuhan ekonomi daerah sebesar 8,1 persen.

“Mudah-mudahan potensi daerah yang kita miliki bisa dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Banua. Target 8,1 persen, mudah-mudahan ini sejalan dengan visi misi Pak Gubernur,” pungkasnya.

Red/Onenewskalsel