BANJARBARU, ONENEWSKALSEL — Kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah terus didorong sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang mandiri dan cakap finansial. Hal itu diwujudkan Bank Kalsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan melalui edukasi literasi dan inklusi keuangan bagi ratusan pelajar di Kota Banjarbaru.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan 2026 tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banjarbaru, Jalan Guntung Harapan, Kelurahan Guntung Manggis, Rabu (19/8/2026).
Mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”, kegiatan itu diikuti siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, termasuk guru serta tenaga pendidik di lingkungan SRT 2 Banjarbaru.
Tidak hanya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengatur keuangan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada para pelajar untuk mulai membangun kebiasaan menabung.
Bank Kalsel membuka sebanyak 230 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa peserta kegiatan. Pembukaan rekening tersebut menjadi bentuk nyata upaya memperluas akses layanan perbankan sekaligus menghubungkan edukasi keuangan dengan praktik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan LMS OJK Kalsel, Armansjah, mengatakan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan perlu diperkenalkan sejak dini.
Menurutnya, kebiasaan menabung tidak semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya uang yang disisihkan. Hal yang lebih penting adalah membangun kedisiplinan dan kesadaran dalam menggunakan uang secara bijak.
Pelajar juga perlu memahami cara membedakan kebutuhan dan keinginan, menjaga keamanan data pribadi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan layanan keuangan.
“Menabung bukan persoalan besar atau kecilnya nominal yang disisihkan, tetapi bagaimana kebiasaan itu mulai dibangun sejak dini,” ujar Armansjah.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Pemerintah Kota Banjarbaru. Kepala Bidang Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Banjarbaru, Suhasmin Alfisyah, menilai kemampuan mengelola keuangan merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting dimiliki anak-anak.
Ia mengatakan pendidikan kepada anak tidak cukup hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Pengetahuan praktis, termasuk mengatur keuangan dan membangun kebiasaan menabung, juga diperlukan untuk mempersiapkan mereka menjadi pribadi yang lebih mandiri.
Kepala SRT 2 Kota Banjarbaru, Sulis Sri Rejeki, turut menyambut positif kegiatan yang digelar Bank Kalsel dan OJK tersebut.
Menurutnya, para siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai manfaat menabung, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkannya melalui pembukaan rekening SimPel.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel, Firmansyah, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan.
Ia berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya kebiasaan positif dalam mengelola keuangan di kalangan pelajar.
“Pembukaan 230 rekening SimPel ini menjadi langkah nyata agar para pelajar dapat langsung memulai kebiasaan menabung,” kata Firmansyah.
Selain Bank Kalsel dan OJK Kalsel, kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Banjarbaru, Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Deddy Haryadi, perwakilan BPPRD dan BPKAD Kota Banjarbaru, serta jajaran manajemen Bank Kalsel Kantor Pusat dan Cabang Banjarbaru.
Bank Kalsel memastikan pengembangan layanan keuangan di lingkungan sekolah akan terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemerintah dalam meningkatkan literasi sekaligus memperluas inklusi keuangan masyarakat sejak usia dini.
Red/Onenewskalsel








