BANJARMASIN – Bank Kalsel menargetkan layanan transaksi valuta asing (valas) mulai beroperasi pada 2026. Persiapan menuju layanan tersebut telah dilakukan secara intensif sepanjang 2025 sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis perusahaan.
Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan daya saing Bank Kalsel di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan bahwa persiapan tersebut merupakan kelanjutan dari proses yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Fokus utama perusahaan meliputi penguatan tata kelola, kesiapan operasional, pengembangan sistem, hingga pemenuhan aspek kepatuhan terhadap regulasi.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan izin kepada Bank Kalsel untuk menyelenggarakan kegiatan usaha dalam valuta asing, dengan sejumlah catatan perbaikan yang harus ditindaklanjuti.
Saat ini, Bank Kalsel masih melakukan penyempurnaan terhadap berbagai aspek guna memenuhi seluruh rekomendasi regulator. Setelah seluruh ketentuan dipenuhi, layanan dan produk berbasis valas akan diluncurkan secara bertahap kepada masyarakat.
Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Kalsel serta mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan dalam menghadapi dinamika industri keuangan ke depan.
TIM REDAKSI ONENEWSKALSEL







