BANJARBARU, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) terus memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pelaksanaan Workshop Kewirausahaan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam meningkatkan rasio kewirausahaan sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmaddin, mengatakan workshop tersebut merupakan tindak lanjut dari arah kebijakan nasional serta hasil Rapat Koordinasi Nasional Bidang UMKM dan Kewirausahaan Tahun 2026 yang menitikberatkan pada penguatan ekosistem kewirausahaan dan peningkatan kualitas UMKM.
Menurutnya, kegiatan itu juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan, pengembangan industri kreatif, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM.


“Workshop ini kami laksanakan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar semakin adaptif, inovatif, dan mampu bersaing. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis kewirausahaan,” ujar Rahmaddin di Banjarbaru, Senin (4/5/2026).

Ia mengungkapkan, rasio kewirausahaan di Kalimantan Selatan saat ini telah mencapai 3,40 persen atau melampaui target nasional sebesar 3,10 persen pada 2025. Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, di antaranya pola pikir kewirausahaan yang masih bersifat necessity driven atau didorong kebutuhan dasar, pemanfaatan teknologi yang belum optimal, hingga ekosistem usaha yang belum sepenuhnya mendukung produktivitas berkelanjutan.
Workshop tersebut diikuti pelaku usaha mikro dan kecil dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan. Peserta yang mengikuti kegiatan telah memiliki izin usaha serta memperoleh rekomendasi dari dinas terkait di daerah masing-masing.
Dalam kegiatan itu, Diskop UKM Kalsel juga menegaskan sejumlah program penguatan kewirausahaan tahun 2026, mulai dari perluasan akses pembiayaan melalui Entrepreneur Hub, pendampingan inovasi dan keberlanjutan usaha, inkubasi dan digitalisasi wirausaha, hingga penguatan ekosistem bisnis berbasis kemitraan.
Selain itu, pengembangan kewirausahaan daerah juga diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis potensi lokal. Sejumlah produk unggulan daerah seperti kain sasirangan, cabai hiyung, kayu manis Loksado, hingga gula aren Tirawan terus didorong agar memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi di pasar yang lebih luas.
Optimalisasi sektor unggulan seperti perkebunan, perikanan, dan pertanian juga menjadi fokus dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Rahmaddin berharap workshop tersebut mampu melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga berkembang dan berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan yang berkualitas.
RED-ONENEWSKALSEL







