BALANGAN, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Kabupaten Balangan terus memperkuat berbagai strategi percepatan penurunan angka stunting dengan menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 10,58 persen pada 2026.
Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Balangan tercatat sebesar 14,53 persen. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan tahun 2024 yang berada pada level 14,58 persen. Meski demikian, capaian itu masih berada di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Balangan, yakni 11,88 persen.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, Ahmad Sauki, mengatakan pemerintah daerah terus mengoptimalkan berbagai program intervensi, mulai dari peningkatan layanan gizi, pendampingan bagi ibu hamil, hingga pembenahan sistem pendataan di tingkat desa dan puskesmas agar penanganan stunting lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, selain menyalurkan bantuan susu kepada bayi dan balita yang membutuhkan dukungan perbaikan gizi, Dinas Kesehatan juga memperkuat pendampingan terhadap ibu hamil yang masuk kategori berisiko tinggi. Pendampingan tersebut dilakukan melalui kolaborasi tenaga kesehatan di puskesmas bersama dokter spesialis.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan ibu maupun anak, kami optimistis target penurunan stunting pada tahun 2026 dapat tercapai,” ujar Sauki, Senin (23/6/2026).
Ia menegaskan, upaya menekan angka stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan. Keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, mulai dari keluarga, pemerintah desa, satuan pendidikan, hingga berbagai elemen masyarakat yang berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Red/Onenewskalsel







