Desa Mantuyan Jadi Fokus Pembinaan TPK2D, Pemkab Balangan Bidik Penguatan Kualitas Keluarga

BALANGAN, ONENEWSKALSEL — Pemerintah Kabupaten Balangan terus mendorong peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

Salah satu langkah tersebut dilakukan dengan menetapkan Desa Mantuyan, Kecamatan Halong, sebagai lokus pembinaan Tim Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (TPK2D) Kabupaten Balangan.

Pembinaan yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3A P2KB PMD) Kabupaten Balangan, Senin (27/7/2026), menjadi bagian dari persiapan Desa Mantuyan menuju desa percontohan TPK2D.

Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kabupaten Balangan, Yanti Fauzi, mengatakan peningkatan kualitas keluarga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memastikan program pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

Menurutnya, TPK2D menjadi salah satu instrumen pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga di tengah masyarakat.

“TPK2D merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang langsung bersentuhan dengan keluarga di masyarakat. Melalui pembinaan ini diharapkan lahir keluarga yang berkualitas sehingga mampu membangun ketahanan keluarga, baik dari sisi fisik, ekonomi, sosial, maupun budaya,” ujarnya.

Kepala DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan, Rahmadi, menjelaskan Desa Mantuyan dipilih sebagai lokus pembinaan karena memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan program peningkatan kualitas keluarga.

Selain itu, keberagaman suku dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Desa Mantuyan menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam pelaksanaan program tersebut.

Rahmadi menyebut Kabupaten Balangan telah mengikuti program TPK2D sejak 2020. Setelah sebelumnya berada pada kategori Madya, Balangan kini berhasil meningkatkan capaian ke kategori Utama.

“Melalui pembinaan di Desa Mantuyan, kami berharap capaian tersebut dapat dipertahankan,” katanya.

Baca Juga  Ekspor Kalsel Tembus US$782,15 Juta pada September 2025, Turun 18 Persen dari Bulan Sebelumnya

Sementara itu, Camat Halong, Ardiansyah, menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara pemerintah desa dengan tim pembina. Menurut dia, sinergi tersebut diperlukan agar proses pendampingan dapat berjalan optimal dan memberikan hasil sesuai yang diharapkan.

Pemerintah desa juga diminta mempersiapkan berbagai data pendukung secara baik sebagai bagian dari proses pembinaan.

“Pemerintah desa diharapkan terus berkoordinasi dengan tim pembina. Selain itu, data pendukung juga perlu dipersiapkan dengan baik agar pembinaan ini memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Mantuyan, Muslini, menyambut baik penetapan desanya sebagai lokus pembinaan TPK2D. Ia menilai program tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membenahi berbagai aspek administrasi.

Menurut Muslini, pihaknya akan mempersiapkan Desa Mantuyan secara maksimal, termasuk menghadapi proses penilaian TPK2D pada 2027 mendatang.

“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, melengkapi administrasi, dan mempersiapkan Desa Mantuyan sebaik mungkin menghadapi penilaian TPK2D 2027,” katanya.

Penetapan Desa Mantuyan sebagai lokus pembinaan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kehidupan keluarga dan masyarakat di desa tersebut.

Red/Onenewskalsel