Hari Jadi ke-76 Kalsel Akan Digelar Sederhana, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Turut Diresmikan

BANJARBARU, ONENEWSKALSEL — Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan tahun ini akan berlangsung dengan konsep sederhana. Pemerintah Provinsi Kalsel juga akan merangkaikan puncak peringatan tersebut dengan peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Banjarbaru.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengatakan seluruh persiapan peringatan Hari Jadi Kalsel telah memasuki tahap akhir. Kepastian itu disampaikan setelah dirinya memimpin rapat finalisasi persiapan kegiatan di Banjarbaru, Rabu (5/8/2026).

Puncak peringatan Hari Jadi ke-76 Kalsel dijadwalkan berlangsung pada 13 Agustus 2026. Selain menjadi momentum memperingati perjalanan panjang Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi penanda penting dengan diresmikannya masjid yang berada di lingkungan perkantoran pemerintah provinsi.

“Ini kita rapat finalisasi Hari Jadi yang akan kita laksanakan tanggal 13 Agustus minggu depan, sekaligus meresmikan Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Muhidin.

Sekitar 2.000 undangan diperkirakan hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pejabat pemerintah, hingga sejumlah pejabat pemerintah pusat.

Muhidin menyebut sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi, termasuk Aisyiyah, serta beberapa menteri, turut diundang dalam momentum tersebut.

Meski menjadi agenda penting bagi daerah, pelaksanaan Hari Jadi tahun ini tidak dikemas secara berlebihan. Pemerintah Provinsi Kalsel memilih konsep yang lebih sederhana dengan mempertimbangkan efisiensi anggaran serta kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung.

“Tidak ada yang unik tahun ini karena kita memilih sederhana. Saat ini juga musim panas dan kita sekalian meresmikan masjid, sehingga pelaksanaannya dibuat sederhana,” ujarnya.

Kesederhanaan juga terlihat dari pakaian yang akan dikenakan para pejabat dan tamu undangan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pemerintah daerah menyiapkan pakaian adat Banjar khusus untuk peserta, tahun ini kebijakan tersebut ditiadakan.

Baca Juga  UPZ Bank Kalsel Bantu Ringankan Biaya Kuliah Mahasiswa UIN Antasari

Para pejabat dan tamu undangan akan mengenakan jas yang dinilai lebih praktis dan dapat digunakan kembali dalam berbagai kegiatan resmi lainnya.

“Biasanya kita membuat pakaian Banjar, tetapi tahun ini tidak ada. Kita hanya menggunakan jas karena lebih bermanfaat, bisa dipakai kembali untuk kegiatan yang akan datang. Jadi kita berusaha membantu sejauh yang mungkin dan memberikan manfaat,” tutur Muhidin.

Dengan konsep yang sederhana, Pemprov Kalsel berharap peringatan Hari Jadi ke-76 tetap berlangsung khidmat dan memiliki makna bagi masyarakat. Peresmian Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga diharapkan menjadi bagian penting dari momentum tersebut sekaligus menambah fasilitas ibadah di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Red/Onenewskalsel