BANJARMASIN, ONENEWSKALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) mengalokasikan tambahan penyertaan modal sebesar Rp400 miliar kepada Bank Kalsel sebagai upaya memperkuat peran bank daerah dalam mendukung perekonomian.
Penambahan modal tersebut telah mendapat persetujuan melalui rapat paripurna DPRD Kalsel dan akan direalisasikan secara bertahap dalam dua tahun anggaran, yakni 2026 dan 2027. Skema ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus memastikan pengelolaan dana berjalan efektif.
Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai strategi untuk memperbesar kapasitas Bank Kalsel dalam menyalurkan pembiayaan, khususnya bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Selain itu, penguatan permodalan juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan perbankan kepada masyarakat serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai wilayah di Kalimantan Selatan.
Dari sisi regulasi, penyertaan modal ini telah melalui proses pembahasan intensif antara eksekutif dan legislatif serta mengacu pada ketentuan yang berlaku, termasuk keharusan penetapan melalui peraturan daerah.
Pemprov Kalsel menegaskan, tambahan modal tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat struktur keuangan Bank Kalsel, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Tim Redaksi One News Kalsel







